Tentang IDSA

 

Kota Mana yang Paling Digital di Indonesia?

 

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 71,19 juta orang hingga akhir tahun 2013. Jumlah tersebut berarti tumbuh 13 persen dibandingkan catatan akhir 2012 yang sebanyak 63 juta orang. Pada kuartal I 2014 angka ini naik menjadi 82 juta dari total populasi Indonesia yaitu 251, 2 juta orang.

 

Hasil survei tahunan yang dilakukan oleh MarkPlus Insight menguak angka pengguna Internet Indonesia tahun 2013 berjumlah 74,6 juta orang, atau meningkat 13 juta dari angka sebelumnya (61,1 juta orang). Berkaca pada angka tersebut, penetrasi pengguna Internet terhadap seluruh populasi Indonesia masih berada di angka sekitar 32,5%. Pergerakannya meningkat cukup tinggi dari tahun 2013 yang ada di angka 26,3%.

 

Profil hasil survei di atas merupakan tantangan sekaligus peluang bagi penyelenggara internet untuk berperan serta meningkatkan penetrasi dan penggunaan internet di Indonesia. Perlu dicatat bahwa Millenium Development Goals (MDG’s) menargetkan 50% penduduk Indonesia atau sekitar 107 juta pada tahun 2014 dan 139 juta pada tahun 2015 harus terkoneksi internet. Sebuah pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi komprehensif dari seluruh stakeholder.

 

Perkembangan internet yang begitu pesat menjadikan pemanfaatan Internet tidak hanya digunakan dalam ranah privat namun juga telah menyentuh ranah public yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan publik. Dalam konteks pemerintahan misalnya, pemanfaatan (ICT- Information and Communication Technology) menjadi sebuah trend global dan digunakan oleh berbagai negara diseluruh dunia. Penggunaan teknologi informasi dalam pemerintahan dikenal dengan istilah E-Government.

 

Clay G. Wescott (Pejabat Senior Asian Development Bank) mengatakan : E-Government adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk mempromosikan pemerintahan yang lebih effisien dan penekanan biaya yang efektif, kemudahan fasilitas layanan pemerintah serta memberikan akses informasi terhadap masyarakat umum, dan membuat pemerintahan lebih bertanggung jawab kepada masyarakat.

 

Dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional  dinyatakan bahwa Pengembangan E-Government. Pengembangan E-Government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif  dan efisien.

 

Untuk mencapai hal tersebut maka peranan dari pemerintah daerah jadi penting untuk memajukan masyarakat digital di daerahnya. Ada kota-kota yang sudah maju masyarakat digitalnya; area publik, rumah sakit, kantor-kantor pemerintahan, sekolah-sekolahnya sudah terkoneksi dengan internet 3G dan wi-fi hingga pelaku UKM-nya sudah melek Internet. Namun ada juga kota dan kabupaten yang masih kurang bergairah upaya digitalisasinya.

 

Maka dari itu untuk memonitor perkembangan digitalisasi kota dan kabupaten di Indonesia, MarkPlus Insight melakukan survey teranyarnya “Indonesia Digital Society Award (IDSA)”. Survei tahunan yang diendorse oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi ini diadakan dalam rangka upaya digitalisasi di Indonesia dan peningkatan daya saing Kota dan Kabupaten sebagai Daerah Tingkat II Otonom di Indonesia di era globalisasi, komunikasi dan informasi.

 

Kriteria penilaian IDSA didasarkan pada empat aspek (initiative, leadership, usership, dan benefit) dan dilakukan pada lima pihak (Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan, Lembaga Pelayanan Kesehatan, UKM Swasta, dan Masyarakat).

 

Penghargaan IDSA 2015 secara umum dibagi dalam 2 kategori besar yaitu Government dan Overall Society dengan 6 jenis penghargaan. Kategori Government dinilai berdasarkan pengisian Angket Potret Digitalisasi oleh Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II seluruh Indonesia. Adapun 6 jenis penghargaan yang diberikan yaitu :

1. THE BEST OF THE BEST (From previous champions (unggulan) district/city, IDSA 2013 and/or

    2014 winners)

2. THE BEST OF THE BEST (The new champions from the current district/city category)

3. THE BEST INTEGRATED E-GOVERNMENT

4. THE BEST IN E-HEALTH

5. THE BEST IN E-EDUCATION

6. THE BEST IN E-TOURISM

 

Survei ke kalangan pemerintah daerah ini didasari oleh self-assessment lewat angket yang mereka isi sendiri.  Survei kepada pemerintah daerah ini yang juga biasa dilakukan oleh survei-survei serupa yang ada di Indonesia, termasuk penghargaan ICT Pura (ict-pura.info) dan PEGI atau Pemeringkatan E-Government Indonesia (Pegi.layanan.go.id).

Namun berbeda dengan ICT Pura, PEGI atau survey sejenis, IDSA adalah kategori Society yang mengukur community impact atau dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat atas inisiatif digitalisasi kota dan kabupaten yang dilakukan oleh pemerintah kota.

 

Kategori Overall Society ini dinilai berdasarkan pengisian Angket Potret Digitalisasi oleh Pihak Pemerintah Daerah Tingkat II dan survei Computer Aided Telephone Interview (CATI) yang dilakukan terhadap empat pihak yaitu lembaga pendidikan, lembaga pelayanan kesehatan, UKM swasta, dan masyarakat di 110 Daerah Tingkat II. Survei ini melibatkan 11.250 responden.  

 

Proses penjurian akan dilakukan di bulan April – Mei, sementara presentasi dari para pemenang dan pemberian penghargaan akan dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2015 dalam rangkaian acara Jakarta Marketing Week (JMW) 2015 (www.jakartamarketingweek.com).

 

Jadi kota mana yang paling digital? Mari kita nantikan IDSA 2015 di Jakarta Marketing Week 2015

 

EightyEight@Kasablanka 8th Floor, Jl. Casablanca Raya Kav.88 Jakarta 12870, Indonesia

+62 21 5790 2338          +62 21 5790 5728          panitia@idsa.co.id

Copyright © 2014 Indonesia Digital Society Award. All Right Reserved.