Berita IDSA

Kabupaten Gresik, Dongkrak PAD Lewat Pengoptimalan TIK

 

Sebagai salah satu kota industri besar di Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki daya tarik kuat di bidang investasi. Tak kurang dari 1.600 perusahaan beroperasi di Gresik. Namun, sistem monitoring yang belum maksimal dapat merugikan masyarakat karena pemasukan yang diterima tak sebesar yang seharusnya. Pemerintah Kabupaten Gresik pun melakukan pembenahan sistem melalui teknologi informasi dan komunikasi.

“Kami berinisiatif untuk menerbitkan berbagai peraturan dan perundang-undangan untuk mendorong pemanfaatan TIK di Gresik. Sejak tahun 2010, kami berhasil meningkatkan pendapatan daerah dan menyalurkan manfaatnya ke masyarakat,” ujar Moh. Qosim, Wakil Bupati Gresik, dalam Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015 di mal Kota Kasablanka, Kamis (6/5/2015).

Salah satu sektor yang turut menerima manfaat pengembangan TIK di Kabupaten Gresik adalah pendidikan. Kini, siswa-siswi di Gresik bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Untuk melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi, Kabupaten Gresik memiliki sistem PPDB online (Penerimaan Peserta Didik Baru). Orang tua pun bisa memonitor kehadiran anak mereka melalui SMS Online Sekolah yang terhubung dengan fingerprint di sekolah-sekolah.

Dari sisi operasional, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik memiliki portal khusus, yaitu dispendik.gresikkab.go.id. Semua informasi pendidikan dapat diakses melalui portal tersebut. Selain itu, Pemkab Gresik juga menyediakan fasilitas pengelolaan email resmi bagi UPTD dan lembaga-lembaga pendidikan di kawasan Gresik. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pertukaran informasi sehingga lebih efektif dan efisien.

Selain itu, Pemkab Gresik melakukan berbagai pembangunan seperti penarikan fiber optik hingga pembuatan data center. Video dan teleconference bahkan digunakan sebagai media komunikasi antara pejabat Pemkab dengan berbagai SKPD yang ada. Dari level kecamatan hingga desa, dibuatkan media komunikasi berbasis TIK. Sistem informasi manajemen kesehatan juga terus digalakkan. Tak kurang dari 32 puskesmas di Kabupaten Gresik telah terhubung secara digital.

Berkat pengembangan TIK yang dilakukan, kini Pemkab Gresik bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Pada akhir tahun 2010, PAD Kabupaten Gresik naik menjadi Rp 50 miliar dari sebelumnya hanya Rp 10 miliar. Tahun 2011, PAD naik menjadi sekitar Rp 110 miliar dan Rp 150 miliar pada tahun ketiga. Angka harapan hidup pun naik dari 68 tahun menjadi 72 tahun.

Dengan semua prestasinya, termasuk juga di bidang kesehatan, Kabupaten Gresik telah dinobatkan oleh gubernur Jawa Timur sebagai Kabupaten Sehat. Kini, Kabupaten ini tengah berjuang untuk mendapatkan piala dari Kementerian Kesehatan.

Qosim mengatakan fokus pihaknya adalah integrasi antarbagian dan SKPD. Anggaran untuk TIK ditingkatkan, demikian juga dengan SDM di setiap SKPD. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui TIK sehingga fairness diharapkan tetap terjaga, begitu pula dengan reward and punishment.

comments powered by Disqus

EightyEight@Kasablanka 8th Floor, Jl. Casablanca Raya Kav.88 Jakarta 12870, Indonesia

+62 21 5790 2338          +62 21 5790 5728          panitia@idsa.co.id

Copyright © 2014 Indonesia Digital Society Award. All Right Reserved.